Dia.. tertidur di sebelah saya dengan pulasnya… hanya dalam diam, saya mengamatinya.. itupun dari jendela pesawat tempat saya duduk..
Perjalanan ini, sudah cukup melelahkannya. maka, saya sudah tidak sampai hati lagi, menyecarnya dengan begitu banyak pertanyaan seperti malam – malam sesudahnya. Perjalanan puluhan ribu kilometer selama 2 minggu ini, melelahkan bagi saya, maupun dia..ya saya tahu itu, tapi kami akan selalu menemukan cara untuk memanfaatkan semua keadaan yang akan menyulitkan kami.. Buat saya, perjalanan 2 minggu ini memiliki arti, lebih dari itu..
Dimulai dari 1.5 tahun yang lalu, dan beberapa blog sebelum ini..
Saya berharap menemukan dunia yang baru, lewat suatu tempat untuk memulai lagi semuanya dari awal. Di tempat itu saya menemukan banyak sahabat,…hehe.. dan tanpa terasa jatuh cinta pada salah satu orang di antara mereka. Semuanya saya perlihatkan dengan sadar, dan saya tunda semua pertanyaan yg mengganggu, tanpa sadar, the clock is ticking.. yang saya tau, sebentar lagi saya akan lulus, dan ada pertanyaan dan jawaban yang belum pernah saya tanyakan.
Kabar buruk itu datang 2 minggu yang lalu, dengan penuh cucuran air mata saya tanyakan itu walaupun tanpa perlu dia melihat semua kesedihan di kedua mata ini. Buat apa, yang aku butuhkan, bukan belas kasih, tapi sebuah jawaban. Itu tindakan terberani saya, selama 2 tahun belakangan ini. Jawabannya mungkin kira – kira seperti ini : ” perasaan kita ini sebetulnya sama, tapi tidak aku temukan semua yang kucari lewat dirimu “. Aku tahu, jawabannya kira-kira akan seperti itu, kebutuhan untuk sebuah penutupan, a closing remarks before i put down the curtains..
Berapa banyak hal yang aku catat tentang dirinya, dalam benakku. Makanan kesukaan, hal – hal yang membuat dia tertawa, sedih atau kesal, aku rasa semua masih tersimpan dalam sulur2 otak ini. Aku percaya, otak punya kemampuan untuk melupakan hal-hal yang membuat kita sedih, secara otomatis.
Berapa ribuan jejak yang kulangkahkan untuk bisa menyusul berjalan di sampingnya, hingga berpindah negara dan kota, dan tetap untuknya, aku bukanlah yang terbaik. Satu kesimpulan yang bisa kutarik adalah, apakah layak, aku dipertimbangkan begitu lama ? apa perlu waktu selama ini untuk bisa yakin ?
Entah kapan aku pergi dari hatinya, tapi yang jelas, bukan di pagi saat kutanya ketetapan hati itu padanya..
Aku sudah pergi, jauh sebelumnya.. Pagi itu, aku hanya berdiri di hadapannya, mengucapkan selamat tinggal..
Dengan air mata yang tidak bisa berhenti itu, langkahku hanya menuju ke satu tempat, hanya satu pintu hati yang ingin kuketuk. Hanya satu orang yang kuijinkan untuk kuletakkan kepala ini di bahunya, dan berbisik pelan di telinganya “ aku lelah ..” . Yang kuingat, di pagi, saat kubuka mataku dan masih kurasakan ada yang kosong dalam satu celah di hatiku, dia menemaniku seharian, berbicara tentang banyak hal. Semua hal kecuali kesedihan dalam hatiku. Ia ada di sana, menggenggam hatiku. Dan aku merasa aman, setelah hampir 2 tahun lamanya..Ia menungguku, sampai aku siap mencerna rencana di kepalanya, kemudian ia tersenyum, ” mari kita pergi dari sini, sekarang waktunya kepompong menjadi kupu2″ . di belakangnya, aku tidak hanya bisa menjadi kupu2, … hehe… banyak orang yg bilang, aku berada di belakang seekor naga. Dari dulu, ia mampu mengeluarkan semua yang terbaik dalam diriku.
Perjalanan 2 minggu ini, dimulai karena itu. Aku belajar berbicara dengan bahasa tubuh dalam bernegosiasi, ia mengajarkan dengan halus, seni melancarkan serangan ke pihak musuh, dengan kalimat2 tajamnya. Menyerangku di titik – titik lemah, untuk memperlihatkan semua kekuranganku. Ia tak pernah memberitahuku, hingga hari ini, apa alasannya membimbingku dengan gigih.
Kini, kami ada di ketinggian 30.000 kaki di atas permukaan laut, bersiap untuk pulang .. telah kutanya semua hal yang membuatku bingung, dan ia sepertinya sudah terlihat cukup lelah membalas pertanyaanku satu persatu …hehe..Maka kubiarkan ia tidur di sebelahku, dan saat ia bangun, kami akan bertukar permainan lagi..
Pagi ini, aku kembali duduk di hadapan laki2 ini. Alasan mengapa aku pergi sejauh mungkin. Kubiarkan ia meneliti semua perubahan dalam diriku, kunikmati wajahnya yang terpukau melihat diriku yang baru. Gadis yang duduk di hadapannya itu, bukanlah kepompong atau kupu2 .. ia adalah seorang gadis penakluk naga.
For :
20 B.