jurus-gosok-gosok-telkomvision-shaddik-od1Kapan terakhir , kita semua nonton sinetron yang ada di televisi lokal ? .. atau kapan terakhir kita masih sempet meluangkan waktu sejenak mengurusi kehidupan orang lain di infotainment , yang hadir di layar kaca seakan lebih tahu dari pemilik hidupnya sendiri.. hihihi .. saya sudah ngga ingat … rasanya lama sekaliiii…
Dulu, waktu saya masih ada di bangku SMP , melihat siaran HBO atau semacamnya sudah merupakan kemewahan tersendiri. Ngga banyak orang yang punya Pay TV seperti sekarang.. Rumah susun pun sekarang ber-Astro ria ( note: tulisan ini dibuat sebelum Pelanggan Astro kebingungan mau ngembaliin dekoder dan parabola kecil itu ke mana yaah ? Hehe.. ) , Waktu SMP itu pula, saya cuman bisa menikmati siaran televisi luar dari hotel saat berlibur , dan karena keluarga saya biasanya berlibur waktu lebaran .. yah bisa diitung dengan 5 jari laah yah.. kapan saya dapat kesempatan menonton siaran Pay TV.. hihi
Ketertarikan saya, devi , sanu dan shadik ini , memang dipicu dulu dari tugas Consumer Behavior – Jurus Gosok – gosok telkomvision.. Tadinya siy yah , jujur saya ngga pernah denger tuh ada TV berlangganan jualannya Telkom , berlabel Telkomvision. Akhirnya.. kami mensurvey sekitar 50 orang, untuk melihat atribut apa yang paling penting ada di benak konsumen.. dalam memilih TV Berlangganan…
Ada 3 atribut penting yang membuat customer as a decision maker , memilih menggunakan Pay TV tertentu..
-
Harga
-
Pilihan Channel
-
Kejernihan Gambar ( Bebas dari Gangguan Cuaca )
Dan tetap Top Of The Mind dari para Pengguna TV itu , First Media lalu diikuti Indovision dan di urutan ke3, Astro…( Pengaruh Fenomena Liga Inggris kemarin itu, rasanya cukup membuat Brand Awareness, whether you like it or not .. )
Well, di pasar yang sudah bukan Blue Ocean lagi ini, di mana Telkomvision akan membidik pasarnya..
Kami berempat mulai menilik artikel yang diberikan dosen kami ini dengan lebih seksama .. dan kami menemukan kalimat yang terus berulang – ulang…’ Kami ingin fokus pada konsumen yang tinggal di luar perkotaan, yang sulit menangkap siaran televisi serta masyarakat pedesaan ‘
Hmm.. Telkomvision memang menyediakan dekoder yang dilepas ke pasaran dengan harga 1.7 juta ( bayangkan jika ini benar2 ditawarkan ke masyarkat pedesaan ) , Ok , dekoder memang diperuntukan untuk konsumen, tapi kosumen Indonesia yang gemar membeli sesuatu secara kredit, apa iya yaaah, rela mengelluarkan kocek hingga 1.7 Untuk membeli dekoder .. tentu dengan paket pilihan siaran Film, Olahraga , pendidikan dll ..
Tak lupa juga kami survey, ke plaza telkom, untuk mendapatkan Voucher Telkomvision… Teman saya, devi , perlu singgah hingga 3 plaza telkom , sampai akhirnya menemukan satu buah Voucher.. Saya langsung terpikir , bagaimana yah cara distribusi Voucher Telkom yang mudah dan tersedia di mana saja.. Kerja sama dengan Chain Store , sudah pasti merupakan jawabannya.. hehe..Coba hitung berapa banyak Indomaret , Circle K, Hero , yang anda lewati dari kantor menuju rumah ..
Ketika kelompok kami maju mempresentasikan hasil riset singkat kami mengenai Telkomvision, ada beberapa hal yang mungkin bisa kami sarankan..
Capitalize on Relative Advantages
Telkomvision muncul dengan terobosan baru , tv berlangganan pertama yang bisa menggunakkan system voucher, hal ini yang sebaiknya ditonjolkan dalam promosi atau iklan. Tentunya penyediaan system voucher di sini, juga harus dibarengi dengan penyediaan distribusi voucher yang baik
Strengthen Perceived Product/Attribute Linkages
Telkomvision diharapkan ke depannya mampu memberikan fasilitas pembayaran kredit untuk para calon pelanggannya dengan kerjasama melalui beberapa bank atau gratis biaya servis dan asuransi
Add A New Attribute
-
Sistem pembayaran para pelanggan sebaiknya dipermudah juga lewat fasilitas sms, melalui kerja sama dengan Telkomsel ataupun telkom flexi.
-
Hambatan bahasa yang bisa menjadi kendala untuk masyarakat pedesaan , sebaiknya juga menjadi pemikiran serius untuk telkomvision agar bisa dinikmati oleh masyarakat luas dengan menyediakan fasilitas teks atau alih bahasa.
Influence Competitor’s Rating
Menawarkan paket channel yang lebih bervariatif dan disesuaikan dengan target segmentasinya sebagai berikut :
-
Sebelum menawarkan program ke masyarakat menengah ke bawah ini yang memiliki fanatisme dengan program – program tertentu, sebaiknya Telkomvision mengadakan survey terlebih dahulu, sehingga mengerti selera pasar yang akan mereka bidik, misalnya dengan menawarkan program dangdut, film – film bollywood atau acara edukasi mengenai pertanian.
-
Jika ingin membidik masyarakat pedesaan dengan lebih serius, telkomvision bisa memberikan edukasi terlebih dahulu kepada masyarakat pedesaan , bahwa menonton tv kabel juga merupakan sarana pendidikan bagi keluarga.
-
Setelah melakukan edukasi terhadap masyarakat pedesaan mengenai siaran – siaran yang bermanfaat di televisi, telkomvision bisa menggunakan kampanye iklan yang menanamkan pada self-perception theory , lewat door-in-the face technique, misalnya telkomvision bisa menyewa mobile tv station , yang bisa masuk ke daerah-daerah sekaligus memberikan pengalaman baru bagi masyarakat pedesaan untuk menonton televisi berlangganan.
Demikian yang bisa kami simpulkan dari riset yang hanya singkat ini .. ;p


