Untuk dia, yang selama ini tidak pernah terpisah jauh, di belakang, depan dan sampingku…
Kalo aku hitung2, sudah sejak setahun yang lalu, aku kenal kamu.. sejak setahun pula, diam-diam, aku mencatat nama kamu di hatiku. Dan aku tidak pernah menghapusnya, ngga peduli, seberapa sering aku frustasi mengartikan semua kalimat yang kamu tujukan padaku.. kadang kalimat itu begitu bias, kadang perlakuan itu begitu halus dan lebih seringnya kita bicara dengan bahasa yang berbeda..
Tapi cinta itu… adalah sesuatu yang sangat sederhana.. tak mungkin rasanya… aku …ataupun kamu, melewatkan nya begitu saja, karena tak peduli begitu asingnya kita dengan cinta, atau betapa berbedanya cara kita dibesarkan dan..seberapa sering kita merasa sudah kehilangannya.. hati kita akan selalu tahu , kapan kita bertemu cinta…
Aku tahu itu, setahun yang lalu, saat kamu masih aku beri label , sahabatku..
Iya, sahabat yang siap melindungiku, saat aku terluka hatinya karena laki-laki lain, semenjak itu hubunganmu, aku dan dia tak pernah lagi sama, tak bisa lagi kembali seperti semula. Karena di situ sudah terlalu banyak yang terjadi…
Sebetulnya, jika aku mundur lagi ke belakang, seharusnya aku mendengarkan hatiku dulu, baru bertindak dengan akal pikiranku, bukan dengan laki-laki pertama yang aku jabat malam itu, aku jatuh cinta, tapi dengan laki-laki yang namanya kulafalkan pertama kali, dalam hatiku, begitu kerasnya, sampai aku tak sadar, sejak hari itu, tidak ada lagi yang pernah sama. Mau Tau bedanya ?
Kamu, laki-laki di kelas yang selalu kuperhatikan dengan seksama, kuingat semua kata2mu…hehe..rasanya aku hapal semua pakaianmu jika diurutkan menurut mood
Hanya kamu, dan account fesbukmu yang ada di bookmark, dan akan aku ‘refresh’ setiap saat aku merasa jauh darimu
Kamu, dan ucapan2 kecilmu yang aku hapalkan dan kutiru habis2an tanpa membayar lisensi
Kamu dan sorot matamu yang selalu kucoba teropong lebih dalam untuk ku tahu, bagaimana suasana hatimu saat itu
Kamu dan cerita2 sedih dan gembiramu yang kuhapal di luar kepala, supaya aku tahu, dan kadang mengingatkanmu tentang siapa dirimu sebenarnya..
Kamu dan orang -orang terdekatmu, yang selalu membuatku merasa terhormat, kini mereka mulai tahu namaku, dan tanpa ragu kutunjukan pada mereka, betapa berartinya kehadiranmu dalam hidupku
Aku yakin, kamu sudah tau perasaanku, karena semuanya itu kuperlihatkan begitu nyata sehingga orang lain pun bisa dengan jelas melihatnya.
Sahabatku, teman terdekatku, dan semoga menjadi teman hidupku nanti …
Menurutku, kamu adalah yang terbaik untukku, dan jika takdir berpihak pada kita, maka aku yakin, setiap pertemuan kita adalah menuju sesuatu yang lebih besar..










